Apa perbedaan ibadah haji dan umroh? Perbedaan haji dan umroh terletak pada hukumnya, waktu pelaksanaan, tempat pelaksanaan, serta dari rukun yang harus dijalankan. Berikut ulasannya agar kita lebih memahami perbedaan haji dan umrah: 

Waktu pelaksanaan 

Perbedaan antara haji dan umroh ada pada waktu pelaksanaannya. Umroh dapat dilaksanakan kapan saja. Ibadah umroh dapat dilaksanakan kecuali pada 4 (empat) hari yang antara lain hari Arafah (9 Djulhijah), hari Nahar (10 Djulhijah), dan hari Tasyrik (11, 12, 13 Djulhijah). Sedangkan ibadah haji dapat dilakukan pada bulan Djulhijah (bulan Haji) saja, tepatnya pada tanggal 9 hingga 11 Djulhijah. Perbedaan yang lain antara ibadah haji dan umroh adalah dari segi durasi atau lamanya kedua ibadah itu. Secara teknis praktek di lapangan, rangkaian ritual ibadah haji lebih banyak memakan waktu dibandingkan dengan ibadah umroh. Orang melakukan ibadah haji paling cepat dilakukan minimal empat hari, yaitu tanggal 9-10-11-12 Dzulhijjah. Itu pun bila dia mengambil nafar awal. Sedangkan bila dia mengambil nafar tsani, berarti ditambah lagi menjadi 5 hari. Sementara durasi ibadah umroh hanya membutuhkan waktu 2 sampai 3 jam saja. Karena secara praktek, kita hanya butuh 3 pekerjaan ringan, yaitu berihram dari miqat, bertawaf tujuh kali putaran di sekeliling Ka’bah, lalu berjalan kaki antara Shafa dan Marwah tujuh kali putaran, dan bercukur lalu selesai. 

Tata cara pelaksanaan 

Perbedaan haji dan umroh yang terakhir terletak pada rukun atau tata cara pelaksanaannya. Saat umroh, seseorang menunaikan rukun yang antara lain Ihram, Tawaf, Sya’i, dan Tahalul. Ibdah haji memiliki tata acara yang lebih banyak dari ibadah umroh. Adapun saat haji, semua rukun umroh tersebut dilakukan dengan penambahan 3 rukun lainnya yaitu wukuf di Arafah, menginap (mabit) di Muzdhalifah, dan melempar jumroh (batu kecil) di Mina. 

Hukum 

Perbedaan haji dan umroh yang pertama terletak pada hukum pelaksanaannya. Haji merupakan salah satu dari 5 rukun islam. Semua umat islam yang mampu secara fisik dan finansial wajib untuk melaksanakannya seumur hidup sekali. Mampu melaksanakan ibadah haji berarti mampu dalam segi materi untuk berangkat dan untuk keluarga yang ditinggalkan, mampu dalam segi fisik, dan kondisi psikologis. Sedangkan umroh hukumnya adalah sunnah muakad atau sunnah yang diutamakan.